Just You!
Lucu yah. Padahal sudah bertahun-tahun. Tapi bayanganmu masih saja mengikuti. Cukup! Biarkan aku hidup dengan tenang, cerita itu sudah lama terlewat. Aku mengaku aku yang salah, tapi, bukan sepenuhnya juga. Aku tak tau kau memendam rasa itu sendirian, aku tak tau tingkahmu dulu adalah untuk membuatmu lebih dekat denganku. Aku tak tau. Kau tak pernah bilang hal ini padaku, bahkan tak seorang pun yang tau. Semuanya terbongkar kala itu, dan itu sudah terlambat. Pengakuan yang harusnya tak pernah kau ungkap. Yang membuatku merasa bersalah, selalu memikirkan dirimu, bahkan benih-benih itu sudah merambah, melalang buana entah sejak kapan. Bisakah kita atur ulang waktu? Jujur saja, aku rindu dengan kamu yang dulu. Segala tingkah konyolmu, yang berhasil membuat wajahku merah padam. Apakah itu yang hanya bisa kau lakukan untuk berinteraksi denganku? Bahkan, saat kita duduk satu bangku, perdebatan kecil itu selalu menghiasi. Terkadang kita menertawakan hal-hal konyol yang tak begitu l...